Mau ngerjain
makalah atau tugas, malas banget ah. Sekarang udah ada internet tinggal copas
aja beres, ngapain susah-susah ngetik. Dosen udah jelasin materi di
papan, lengkap tinggal catat. Eh, buat apa ditulis? Sekarang tinggal difoto aja
beres. Apalagi masalah skripsi, tinggal bayar udah deh tunggu tanggal wisuda.
Inilah alasan-alasan
populer plus klasik Kids Jaman Now. Lo alasan ini gak salah menurutku
malah sah-sah aja, toh teknologi sudah super canggih kenapa gak
dimanfaatin sekalian. Well, kita punya alibi masing-masing menghindar
dari segala sesuatu yang tidak paktis, tapi jangan salah, malas menulis dan
berada di zona nyaman itu emang gak ada resikonya tapi juga secara otomatis
enggak bakal dapat manfaatnya. Langsung pantengin tulisan ini sampai habis!
1.1. Manifestasi
Menulis adalah berkerja sebuah
keabadian, pernah dengar ungkapan ini? Ya kata-kata ini melucur dari Pramoedya
Ananta Toer, lengkapnya “Orang boleh pandai
setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam
masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” Meski sudah
menghembuskan nafas 12 tahun yang lalu, karyanya selalu terpampang rapi di
Gramedia, Toga Mas atau Kampung Ilmu
dengan kertas buram. Dibandrol harga 100k atau 25K semua sama lakunya.
Atau kitab-kitab
Imam Al-Ghazali seperti “Ihya Ulumuddin” tebalnya bisa digunakan untuk bantal. Siapa
yang tidak tau cerita fantasi seperti “The lord of The Ring” karya J.R.R.
Tolkien atau “The Lion, the Witch and the Wardrobe” karya C.S Lewis, meski karyanya
sudah lewat berpuluh-puluh tahun yang lalu pembacanya tidak berkurang malah
justru bertambah lintas generasi.
Memang menulis hingga
tingkatan yang seperti itu tidak pernah mudah, setidaknya manifestasi yang bisa
kita usahakan adalah merekam eksistensi dan memori pikiran kita, selain itu
bisa digunakan sebagai portoplio untuk melamar perkerjaan, ikut event atau
organisasi. Manfaat juga akan terus mengalir bagi pembaca-pembaca kita.
2.2.
Menuai Buah Hasil
Kaya dapat
uang banyak? Wah aku juga mau jadi penulis kalau gitu. Cukup duduk santai
menata kata di depan layar laptop lalu uang dan penghargaan datang dengan
sendirinya. Eit-eit jangan lihat enaknya aja, jika memang semudah itu
udah banyak kali yang pindah posisi jadi penulis. Huhu sayangnya kebanyakan
orang memang suka bayangin yang enak-enak aja.
Tentu yang
sudah lama berada di dunia kepenulisan pasti sudah mengalami manis asamnya
dunia kepenulisan. Dee Lestari pertama kali menyetak novelnya 5000 eksemplar
lewat penerbit indie pun khawatir novelnya tidak akan laku. Asma Nadia pernah
hampir pupus semangatnya menjadi penulis karena mendapat ejekan dan celaan. Wina
Bojonegoro, penulis cerpen dan novel mengaku membutuhkan waktu 6 tahun baru cepernnya
di terima di media besar. Semua itu butuh kerja keras dan waktu yang tidak sedikit.
Ya kalau
mudah ya gak bakalan seru dong wkwk. Hasil sederhana bagaimana tulisan
kita menarik perhatian orang dan mampu mengubah mereka ke arah yang lebih
positif. Sesuatu yang terkadang kita anggap tidak
penting justru bagi orang lain sangat berharga dan sebaliknya. Lebih lebih dimuat
di media dengan atau tanpa honor. Setidaknya bermanfaat bagi orang lain adalah
hasil yang paling memuaskan bagiku.
33.
Keliatan Pinternya
Gila nih
anak pintar benar ya! Tiap hari update tulisan, isinya berbobot pula. Wah
keren bangga aku jadi temennya. Dan setelah itu yang dipuji kepalanya udah
terbang ke langit teratas ckckck. Secara gak langsung apa yang kita baca, apa
yang kita ucapkan dan lakukan serta apa yang kita tulis akan menunjukkan
karakter kita! Itu udah pasti, meski ada yang bermuka dua atau tiga nanti juga
akan terbongkar.
Nah,
makanya tulislah sesuatu yang buat orang berkesan biar disanjung, eh. Maksudnya
tulislah sesuatu yang kau pahami dan benar adanya, sehingga tidak menyesatkan
orang lain. Gusah sok tahu deh dan gaya-gayaan
biar banyak yang follow, ntar imbasnya balik ke kita juga, auww.
44.
Biar laptopmu sesuai fungsinya.
Halo-halo
yang laptopnya cuma dibuat game atau
youtube-an bisa angkat tangan? Ada di sini silahkan berhenti baca
dari pada nanti sakit hati, eh jangan pergi-pergi semua, ntar statistiku
menurun!! Bercanda kok he-he.
Jadi kalau
dilihat dari asal usul laptop yaitu komputer fungsi awalnya untuk berhitung. Namun
karena generasi sudah lari marathon, jadi fungsinya beragam. Ya si user
laptop juga beragam dalam menggunakan laptopnya. Sekali lagi itu gak salah, gak
ada tuh undang-undang IT larangan menggunakan laptop untuk game, dan gak
disebutkan juga di dalam Alquran atau kitab suci yang lain jika itu dosa. Ha-ha-ha
ya suka-suka kita lah. Tapi ya laptopnya jadi mubadziir atuh kakak.
55.
Ajang pamer
Riya lo,
punya barang berharga dikit dipamerin mulu. Punya pacar dipamerin, dibuat
cerpen, punya motor baru dibuat artikel, nah giliran punya selingkuhan dibuat novel,
eh. Pamer dalam hal kebaikan itu sah-sah aja loh. Meski gak dapat pahala tapi
kan udah niat dan gak berdosa juga tuh.
Nah apalagi
pamer dengan niat menggerakkan hati orang dan memotivasi mereka. Ulu ulu cakep
dah. Banyak orang-orang sukses menjadikan kisah hidup mereka sebagai novel ataupun
tulisan di blog, terlepas bagaimana niat mereka. Pastinya dengan membaca
tulisan-tulisan itu kamu juga pasti ingin mencontoh mereka atau ingin
orang-orang yang belum berhasi tetap berusaha agar tidak terhenti di tengah jalan.
Seolah berkata,
“Hang on you
almost there or stay little longer and
you will get what you want, so please dont give up!”
Buat kamu
yang sedang melawan diri sendiri untuk terus menulis, tenang kamu gak sendiri,
masih ada aku dan teman-temanku yang setia untuk menemanimu mendaki sampai
puncak. Buat kamu yang belum, tunggu apa lagi? Saat yang lain sedang berjalan
maju kau malah diam. Terus tinggal di zona nyaman memang wenak tapi
lebih nyama lagi kalau berhasil keluar dari zona nyaman dengan menciptakan zona
nyaman ala mu, iya Kamu.




Post a Comment