Benefit Ilmu
Kelebihan mempelajari ilmu telah dijelaskan panjang lebar dalam
Alquran, hadis maupun maqolah Ulama. Bahkan dalam kitab Ihya Ulumuddin
hal pertama yang dibahas adalah keilmuan. Hal ini menunjukkan betapa besar
pengaruh dan manfaat mempelajari Ilmu terutama ilmu agama.
Beberapa ayat Alquran yang mungkin sudah sering kita jumpai tentang
keutamaan menuntut ilmu di antaranya; surat Al-Mujadalah 11:56, Surat Maryam,
39:9, Al Fathir 35:28dan Al Ankabut, 29:43. Ibnu Abbas meriwayatkan hadis
Rasulullah, “Perbedaan kedudukan seorang yang menuntut ilmu adalah 700 derajat,
dan jarak di antara keduanya perjalanan 500 tahun.” Jika dikalikan perbedaannya
mencapai 350 ribu perjalanan, tentu jumlah yang sangat tidak sedikit.
Nabi juga banyak menjelaskan statement yang mengunggulkan
para pencari ilmu dan pengajarnya. Tidak
lain para ulama, guru, santri maupun murid.
“Ulama adalah Pewais Para Nabi”, “Posisi manusia yang mendekati kedudukan
para nabi adalah orang yang menuntut
ilmu.” “Yang sanggup memberikan bantuan (syafaat) pada hari kiamat ialah
para nabi, ulama, dan orang yang mati syahid di jalan Allah.
Fathul Mushollah mengibaratkan ilmu sebagai nutrisi hati. Orang
yang sakit bila tidak diberi makanan, minuman dan obat, tentu ia akan mati
bukan? Begitu juga dengan hati bila tidak di-supply hikmah dan ilmu
dalam rentang waktu tiga hari maka hatinya akan mati. Kehidupan hati bersumber
dari pemberian nutrisi ilmu dan himah seperti halnya tubuh manusia yang
membutuhkan makanan dan minuman.
Maka barang siapa yang tidak tercukupi nutrisi ilmu, hatinya
sakit, kematian hatinya tidak terhindarkan lagi. Proses tersebut terjadi tanpa
disadari karena kesibukan dunia telah menumpulkan ketajamannya. Ketika ajal
menjemput barulah semuanya terungkap, apa yang menyibukkan hari-harinya di
dunia menjadi kepedihan yang sangat menyiksa, sesuai dengan firman Allah; “Manusia
sedang tidur, ketika mati mereka terbangun.”
Benefit Belajar
Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya malaikat meletakkan sayapnya
pada orang yang menuntut ilmu karena ridho pada tindakannya”, “Jika seseorang berangkat
pagi-pagi kemudian menyelesaikan satu bab pelajaran, lebih baik pahalanya dari
pada sholat 100 rakaat. Tapi jika belajarnya bukan karena berjihad, maka
pemikiran dan pandangannya kurang sempurna.
Benefit Mengajar
Telah dijelaskan dalam surah Al-Imran: 186 Allah tidak akan memberikan
ilmu pada seorang alim kecuali Ia mengambilnya dari janji sesuai yang
dijanjikan pada nabinya. Maka sampaikanlah ilmu itu dan jangan disimpan.
Ketika Rasulullah mengutus Muad ke Yaman, beliau bersabda, “Bila Allah
mengrahkan/memberikan petunjuk seorang lelaki lewat dirimu, itu lebih baik dari
pada dunia seisinya.” Siapapun yang memberitahu seseorang tentang kebaikan
kemudian dikerjakan, maka orang yang memberi tahu mendapatkan pahala yang sama.
Muadz bin Jabbal dengan riwayat marfu’: “Tuntutlah Ilmu, karena
ilmu bagi Allah adalah kebaikan, mencari bernilai ibadah, mengulangi pelajaran dianggap
membaca tasbih, membahas keilmuan dikategorikan jihad, mengajarkannya termasuk
shodaqoh, ... etc
Meski serangkaian pahala dan kedudukan dalam menuntut ilmu
dikhususkan dalam mempelajari ilmu agama, namun ilmu-ilmu dunia bila diniatkan
akhirat juga bisa mendapat posisi yang sama. Jadi ketika kuliah, belajar di
sekolah negeri memperbaiki niat sehingga bernilai ibadah sangat diutamakan.
Setelah mengetahui segala manfaat sekaligus benefit yang didapat
saat mempelajari, mencari dan mengajar ilmu, jangan malas atau mager lagi ya,
buku-buku yang lama dibuka kembali atau dimurojaah, kalau kamu bosan itu
artinya sudah sitiqomah dan sebentar lagi pahala berlomba mengejarmu. Semangat!
J
Tulisan ini sebagian besar
bersumber dari kitab “Mukhtasor Ihya” karya Alawi Abu Bakar Muhammad Al-Ahkof, Babul
Awwal Fil Ilmi wa Ta’lim.




Post a Comment