![]() |
Ini adalah catatan dan perjalanan kecil fafa ngaji shubuh dengan Habib Umar di Masjid Al Akbar di Surbaya. Kubagikan catatan ini agar voicers yang belum mendapat kesempatan mengaji bisa mendapatkan mafaatnya. Happy reading
Sebuat Niat
Hari ini tepatnya tanggal
23 Agustus, aku berusaha tetap terjaga, karena aku tau jika mata ini memejam
hanya sedetik saja maka aku pasti ketinggalan dengan acara yang sangat kutunggu
sejak sebulan yang lalu.
Niat yang sempat maju
mundur, karena aku tidak suka tempat yang ramai dan harus bangun begitu pagi
sekali, jika telat sedikit pasti tidak dapat tempat di dalam Masjid Akbar,
namun tepat menunjukkan pukul 1.30 dini hari, hati ini terketuk, ada dorongan
cukup kuat untuk membuatku beranjak dan segera siap-siap untuk berangkat.
Ketika berpamitan ayah
berkata, “Jadi berangkat sendiri?” Aku mengangguk memantapkan niatku dan mulai
memacu motorku dengan kecepatan cukup tinggi, jalan begitu lenggang. Aku
berpapasan dengan bapak-bapak yang mungkin memiliki tujuan yang sama denganku.
Angin malam mulai masuk
disela-sela jilbab dan mengusik sela jemariku. Motorku semakin melesat kencang
melenggok di bawah fly over waru hingga sampai ke gayungan.
Masjid Akbar Surabaya
Sekitar 100 meter,
parkiran mulai penuh, banyak yang berjalan dengan memakai warna putih yang
sama. Puluhan personil polisi mulai terlihat siap siaga di gerbang dan beberapa
ruas jalan.
Sialnya tidak ada tempat untuk
memarkirkan motorku, khawatir tidak mendapat tempat di dalam masjid aku
memarkirkan motorku di pinggiran tempat asalkan tidak mengganggu pengguna jalan
lainnya.
Suasana masjid Akbar
begitu ramai seperti tempat wisata di akhir pekan. Banyak dari mereka yang
mulai berjalan mencari tempat ternyaman. Aku mulai menerobos di antara
keramaian, mencoba untuk menjaga wudhu pun ternyata tidak cukup mudah.
Tapi aku berhasil, masih
ada ruang kosong dintara gerbang 20. “Alhamdulillah masih ada tempat,” aku
bernapas cukup lega meskipun terletak di antara shaf terakhir.
Menjelang Shubuh
Pukul 2.15 WIB, para
jamaah semakin padat. Jamaah wanita sangat bermacam-macam ada ibu-ibu, remaja,
dan juga anak-anak. Sebagian besar duduk rapi menunggu azan sambil membaca
sholawat dan doa-doa, ada juga yang sholat malam, tahajjud mungkin. Ada beberapa
yang masih sliweran, ke sana kemari seperitnya mencari ruang kosong. Aku memilih
untuk menunggu seperti kebanyakan jamaah lainnya.
Menahan kantuk bisa
disiasati dengan membuka gawai pintar, sambil sesekali berzikir, yang
kukhawatirkan adalah batalnya wudhu karena jarak kamar mandi cukup jauh, jadi
aku tidak mau ambil resiko, hingga kudengarkan azan berkumandang membuatku
bernafas cukup lega.
Sholat Shubuh
Cukup mengejutkan ketika
sholat shubuh dimulai, yang mengimami langsung adalah Habib Umar, suara khas
beliau melantunkan bacaan ayat Alquran dan surat panjang khas jamaah di Timur
Tengah. Jujur saja, bacaan surat panjang menjadi tantangan karena aku yang
tidak terbiasa, jadi harus memaksakan sedikit untuk bersabar berdiri takbiratul
ihram hahaha.
Ngaji Shubuh Habib Umar di Surabaya
Selepas sholat Shubuh,
seperti khasnya ceramah para habaib atau ulama timur tengah, ngaji kali ini pun
dimulai dengan penerjemah dari bahasa Arab ke Bahasa Indonesia yang juga
seorang habib. Habib Umar menjelaskan suatu bab ilmu tertentu, lalu
diterjemahkan begitu seterusnya, ketika bab berakhir akan ada seorang santri
yang membacakan keseluruhan bab dalam kitab tersebut.
Ngaji khasnya seperti di pondok
pesantren hanya saja tidak menggunakan Bahasa Jawa sebagai artinya namun bahasa
Arab. Banyak bab ilmu yang sangatlah menarik, penjelasan begitu cepat, tangan
ini pun ikut berusaha mencatat dengan cepat.
Penuntut Ilmu
Benang merah ngaji Habib
Umar kali ini tentang pembagian ilmu dan penuntut ilmu yang shidiq, jiwaku
serasa tertampar ribuan kali. Banyak hal penting yang menjadi catatan bagiku
yang akan aku bagikan kepada kalian.
Catatan ini aku lengkapi
agar menjadi kalimat yang mudah dipahami.
Keikhlasan
Kemurnian ilmu diukur
dengan ikhlas. Ikhlas ini harus menjadi modal utama dalam menuntut ilmu agama.
Menuntut Ilmu agama murni untuk mendapatkan ridho Allah. Niat ini harus tulus
dan tentu tidak boleh dicampur untuk dunia/kekuasaan/jabatan yang sifatnya
hanya sementara. Tidak boleh menyimpang.
Jangan mencari ilmu untuk mendebat/bersaing/popularitas baginya neraka
Barang siapa mencari ilmu
agama hanya untuk keuntungan duniawi tidak akan mencium
bau surga. Lalu apa sih yang dimaksud
dengan Ikhlas? Ikhlas artinya menuntut ilmu hanya untuk Allah, mencari ridhaNya dan Kesungguhan ingin bersama Allah di akhirat nanti.
Berbeda dengan Ilmu dunia
yang diperbolehkan dengan niat mendekatkan diri kepada Allah sekaligus mencari
dunia. Niat menuntut ilmu agama ini tidak boleh dicampur. (Langsung jleb)
Riya dan Ujub
Yang perlu diperhatikan
sebagai seorang penuntut ilmu adalah sifat riya dan ujub, menghindari kedua
sifat ini ya tentu dengan selalu menguatkan ikhlas dalam hati. Riya (pamer) susah
terdeteksi, terlebih sifat ujub(membanggakan diri sendiri) yang lebih halus
lagi (lebih susah terdeteksi) Tidak akan terasa bahwa ternyata hati ini sudah
ujub dan riya.
Belajar suatu Ilmu
Ketika belajar suatu
ilmu, hendaknya mencari Dalil Alquran dan hadis tentang ilmu yang telah dipelajari. Ketika mengajarkan
keilmuan fiqih harus berdampingan dengan tasawuf. Agar seimbang.
Ciri Ilmu selamat akan menjadi ilmu bermanfaat dan berkah/bercahaya. Namun sebaliknya jika ilmu hanya digunakan untuk perdebatan/duniawi, maka bukanlah ilmu tapi kebodohan. ilmu agama jangan jadikan sebuah pencarian yang membahayakan bagi ibadah.
Menjalankan Sunnah
Ciri seseorang kehilangan
shidiq/kebenaran menuntut ilmu, ketika tidak peduli sunnah, tidak membaca
Alquran (maka bukan shidiq ilmunya). Barang siapa tidak punya wirid tidak punya
warid (anugerah) berupa penerangan dan cita rasa kepada Allah.
Habib Abdullah bin umar
berpendapat Jika penuntut ilmu tidak tahajud/duhah/witir maka bukanlah penuntut
ilmu. Imam Ahmad berpendapat penuntut ilmu, azan shubuh kok baru bangun, tidak
layak menyandang gelar menuntut ilmu
Sekian dari saya,
silahkan cek video lengkapnya di sini ya




Post a Comment